Warisan Budaya yang Tetap Lestari
Batik Bakaran Pati adalah salah satu warisan budaya dari Jawa Tengah yang tetap ada hingga saat ini. Berbeda dengan batik pada umumnya, batik yang berasal dari Desa Bakaran, Kecamatan Juwana, Pati ini memiliki ciri khas tersendiri dalam cara pembuatannya dan pola-pola yang kaya akan simbolisme kehidupan masyarakat di daerah pesisir.
Dari Tradisi Keluarga Menjadi Identitas Daerah
Batik Bakaran telah ada sejak abad ke-19, tepatnya di tahun 1800-an. Pada awalnya, keahlian membatik diturunkan dari generasi ke generasi dalam satu keluarga. Berdasarkan catatan sejarah, teknik membatik ini diperkenalkan oleh Mbah Wasri yang berasal dari Yogyakarta dan menikah dengan putri Desa Bakaran. Di sini tradisi membatik mulai berkembang dan menjadi ciri khas masyarakat lokal.
Proses penyebarannya yang unik adalah melalui jalur perdagangan di Sungai Silugonggo yang memisahkan Desa Bakaran. Para pedagang dan nelayan menjadi saluran untuk memperkenalkan batik ini ke berbagai tempat.
Ciri Khas Proses Pembuatan Batik Bakaran
- Proses Pembakaran: Kain direndam dalam air lumpur sawah (banyu lodan) lalu dibakar dengan sekam padi
- Fungsi: Mengunci warna & menciptakan warna coklat tua khas
- Bahan Alami: Pewarna dari tingi, mengkudu, tegeran
- Teknik: Canting tembaga & malam tradisional
Proses "mbakar" ini yang memberi nama "Bakaran" pada batik khas Pati.
Cerita Kehidupan Pesisir Utara Jawa
Batik Bakaran memiliki motif yang berbeda dengan batik keraton. Beberapa motif utama beserta filosofinya :
1. Motif Grompol
Bentuk: Sekumpulan bunga dan buah yang menyatu
Filosofi: Melambangkan kebersamaan, kesatuan, dan harapan berkumpulnya rezeki
Makna: Doa agar keluarga selalu bersatu dan sejahtera
2. Motif Gurdho
Bentuk: Burung garuda yang disederhanakan
Filosofi: Simbol kekuatan, keperkasaan, dan kewibawaan
Makna: Harapan agar pemakainnya memiliki karakter kuat dan mulia
3. Motif Kembang Bakaran
Bentuk: Bunga khas dengan kelopak berjumlah tertentu
Filosofi: Keindahan alam dan kesuburan tanah Pati
Makna: Representasi tanah Pati yang subur dan kaya hasil bumi
4. Motif Kapal Kandas
Bentuk: Kapal yang sedang berlabuh
Filosofi: Kehidupan nelayan dan pelayaran di pesisir utara
Makna: Penghormatan pada profesi nelayan dan harapan keselamatan di laut


Jelajahi Sisi Terbaik Jawa Tengah
Tidak ada komentar
Posting Komentar