Slider

Kisah Inspiratif Dua Putra Banjarnegara yang Menginspirasi

Kisah dua warga Banjarnegara yang membuktikan bahwa orang biasa bisa memberi dampak luar biasa bagi lingkungan dan masyarakat sekitarnya.

Banjarnegara selama ini dikenal sebagai daerah dengan kekuatan budaya, pertanian, dan masyarakat yang masih memegang nilai kebersamaan. Di balik kehidupan yang terlihat sederhana itu, tersimpan banyak sosok yang bekerja dalam diam, memberi dampak nyata bagi lingkungannya tanpa mencari sorotan. Dua di antaranya adalah Rokhman Supriyadi dan Warham Syafaat, warga Banjarnegara yang mendapat penghargaan Tokoh Inspiratif Nusantara 2025.

Tokoh Inspiratif Jawa Tengah
Gambar 1. Dua tokoh inspiratif Banjarnegara.

Keduanya bukan figur publik nasional, bukan pula tokoh politik atau selebritas. Mereka adalah warga biasa yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat. Namun melalui jalur pengabdian yang berbeda, mereka membuktikan bahwa kontribusi nyata tidak harus datang dari posisi besar. Peran kecil yang dilakukan secara konsisten justru mampu membentuk perubahan sosial yang kuat.

Penghargaan yang mereka terima menjadi pengakuan atas perjalanan panjang, bukan tujuan akhir. Bagi masyarakat Banjarnegara, kisah Rokhman dan Warham adalah bukti bahwa daerah ini tidak kekurangan figur inspiratif. Bagi Jawa Tengah, cerita mereka menegaskan bahwa kekuatan perubahan sering kali lahir dari komunitas kecil yang bergerak dengan ketulusan.

Dari Kehidupan Sederhana Menuju Peran Bermakna

Tokoh Inspiratif Jawa Tengah
Gambar 2. Dari kehidupan sederhana menuju peran bermakna.”

Warham Syafaat memulai hidup dari kondisi yang sangat sederhana. Salah satu fase hidupnya adalah bekerja sebagai loper koran, pekerjaan yang menuntut kedisiplinan tinggi, ketahanan fisik, dan mental pantang menyerah. Dari pengalaman itu, ia belajar tentang tanggung jawab, arti kerja keras, dan pentingnya menghargai setiap proses. Masa lalu tersebut tidak membuatnya merasa rendah diri, justru menjadi fondasi kuat dalam membangun karakter.

Seiring waktu, Warham memilih terjun ke dunia usaha dan pertanian. Pilihan ini sangat relevan dengan kondisi Banjarnegara sebagai daerah yang memiliki potensi besar di sektor agraris dan ekonomi lokal. Ia melihat bahwa pertanian bukan hanya soal bertahan hidup, tetapi juga peluang untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Dengan ketekunan dan keseriusan, Warham berupaya membuktikan bahwa sektor ini layak digeluti secara profesional dan berkelanjutan.

Berbeda dengan Warham, Rokhman Supriyadi menaruh perhatiannya pada pembangunan sumber daya manusia, khususnya generasi muda. Ia aktif dalam kegiatan pendidikan dan olahraga, dua bidang yang menurutnya memiliki peran strategis dalam membentuk karakter. Rokhman memandang bahwa anak-anak dan remaja harus dibekali dengan disiplin, kepercayaan diri, dan nilai sportivitas agar kelak mampu menjadi pribadi yang tangguh.

Melalui kegiatan pembinaan, Rokhman tidak hanya mengajarkan teknik atau keterampilan, tetapi juga nilai-nilai kehidupan. Ia hadir sebagai figur yang memberi contoh langsung, bukan sekadar memberikan arahan. Kedekatannya dengan generasi muda membuatnya mudah diterima dan dihormati, karena ia tidak membangun jarak antara dirinya dan masyarakat.

Meski berjalan di bidang yang berbeda, Warham dan Rokhman memiliki kesamaan, keduanya tumbuh dari kesederhanaan, lalu memilih mengambil peran aktif dalam memajukan lingkungan sekitar.

Perjuangan Panjang, Konsistensi, dan Dampak Nyata

Tokoh Inspiratif Jawa Tengah
Gambar 3. Ilustrasi Perjuangan dan dampak nyata.”

Perjalanan Warham di dunia usaha dan pertanian tidak terlepas dari berbagai tantangan. Keterbatasan modal, ketidakpastian hasil panen, fluktuasi harga pasar, hingga risiko kegagalan menjadi bagian dari proses yang harus ia hadapi. Namun, ia memandang semua itu sebagai pembelajaran. Bagi Warham, kegigihan adalah kunci utama agar bisa bertahan dan berkembang.

Lebih dari sekadar mencari keuntungan, Warham ingin membuktikan bahwa masyarakat desa juga bisa mandiri secara ekonomi. Ia menjadi contoh bahwa bekerja di sektor pertanian tidak identik dengan keterbelakangan, melainkan justru bisa menjadi jalan hidup yang bermartabat dan menjanjikan. Kehadirannya memberikan motivasi bagi warga lain, terutama generasi muda, agar tidak malu bekerja di sektor lokal.

Sementara itu, Rokhman menghadapi tantangan dalam membina generasi muda yang hidup di tengah arus perubahan zaman. Perkembangan teknologi, pengaruh pergaulan bebas, serta minimnya ruang positif bagi anak-anak dan remaja menjadi persoalan nyata. Rokhman memilih untuk hadir langsung di tengah mereka, menciptakan kegiatan yang produktif, dan membangun hubungan yang dilandasi kepercayaan.

Perjuangannya tidak selalu mudah. Mengubah pola pikir dan membangun karakter membutuhkan waktu panjang. Namun melalui konsistensi, pendekatan yang humanis, dan keteladanan, perlahan pengaruh Rokhman semakin terasa. Anak-anak yang sebelumnya kurang terarah mulai menemukan ruang untuk menyalurkan potensi mereka secara positif.

Dampak dari kerja keduanya tidak selalu bisa diukur secara angka, tetapi dirasakan langsung oleh masyarakat. Dari Warham, masyarakat belajar tentang kemandirian ekonomi dan keberanian membangun usaha dari daerah sendiri. Dari Rokhman, masyarakat melihat pentingnya pembinaan karakter dan peran aktif dalam membentuk masa depan generasi muda.

Pengakuan sebagai Tokoh Inspiratif Nusantara

Tokoh Inspiratif Jawa Tengah
Gambar 4. Ilustrasi Pengakuan Tokoh Inspiratif Nusantara.

Atas kontribusi yang mereka berikan, Rokhman Supriyadi dan Warham Syafaat dinobatkan sebagai penerima penghargaan Tokoh Inspiratif Nusantara 2025. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa pengabdian di tingkat lokal tetap memiliki nilai besar di mata nasional.

Bagi keduanya, penghargaan tersebut bukanlah puncak dari perjuangan, melainkan pengingat agar tetap konsisten dalam berbuat. Bagi masyarakat Banjarnegara, pengakuan ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bahwa daerah mereka mampu melahirkan figur-figur inspiratif yang diakui secara luas.

Penghargaan ini juga menegaskan bahwa inspirasi tidak selalu lahir dari kota besar atau tokoh terkenal. Justru dari desa dan komunitas kecil, perubahan sering kali dimulai dengan lebih tulus dan nyata.

Kisah Rokhman dan Warham memberi pesan kuat bagi masyarakat Jawa Tengah, khususnya generasi muda. Mereka menunjukkan bahwa tidak perlu menunggu menjadi terkenal untuk memberi manfaat. Setiap orang memiliki kesempatan untuk berkontribusi sesuai dengan bidang dan kemampuan masing-masing.

Warham mengajarkan arti ketekunan, keberanian, dan kemandirian ekonomi. Rokhman mengajarkan pentingnya kepedulian terhadap pendidikan karakter dan masa depan generasi penerus. Keduanya menjadi contoh bahwa orang biasa pun bisa menjadi tokoh inspiratif jika mau konsisten dalam berbuat.

Di tengah budaya yang sering mengagungkan popularitas, kisah ini menghadirkan sudut pandang berbeda, bahwa nilai pengabdian jauh lebih penting daripada ketenaran. Banjarnegara melalui dua putra daerahnya telah membuktikan bahwa perubahan besar bisa lahir dari langkah-langkah kecil yang dilakukan dengan ketulusan dan tanggung jawab.


Credit Penulis :Kantata Rayya T. Gambar Ilustrasi :AI Gemini Referensi :
0

Tidak ada komentar

Posting Komentar

blogger
© all rights reserved
made with by Pustaka Media Online