Desa Jambu – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang Posko 51 menggelar sosialisasi pembuatan pembersih lantai berbahan dasar ekstrak pinus bagi ibu-ibu PKK Desa Jambu. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 25 Agustus 2026, pukul 15.00–17.00 WIB, bertempat di rumah salah satu warga setempat.
Sosialisasi ini merupakan bagian dari agenda rutin bulanan PKK Desa Jambu, yang kali ini diisi oleh mahasiswa KKN UIN Walisongo dari divisi Ekonomi Kreatif. Materi disampaikan oleh perwakilan anggota KKN dengan dihadiri sekitar 50 peserta dari kalangan ibu-ibu PKK setempat.
Acara dibuka dengan menyanyikan Mars PKK dan pembacaan Pancasila, dilanjutkan dengan sambutan dari tuan rumah. Dalam sambutannya, tuan rumah menyampaikan harapan atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi ini.
“Kami berharap materi yang disampaikan oleh adik-adik mahasiswa KKN hari ini bisa benar-benar bermanfaat bagi ibu-ibu di sini, tidak hanya sekadar tahu caranya, tapi juga bisa dipraktikkan sendiri di rumah. Kami juga berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut, tidak hanya sekali ini saja, supaya ilmu dan keterampilan ibu-ibu PKK di Desa Jambu semakin bertambah,” ujar tuan rumah dalam sambutannya.
Setelah itu, agenda rutin PKK berlanjut dengan penyampaian laporan bulanan PKK, sebelum memasuki waktu istirahat.
Sosialisasi Pembuatan Pembersih LantaiSesi inti kegiatan diisi dengan sosialisasi pembuatan pembersih lantai menggunakan ekstrak pinus, di mana mahasiswa KKN memandu para peserta memahami proses pencampuran bahan hingga menjadi produk pembersih lantai siap pakai. Di sela-sela praktik, salah satu peserta sempat menanyakan daya tahan produk yang dihasilkan. Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa pembersih lantai tersebut dapat bertahan hingga satu tahun karena ditambahkan DMDM Hydantoin, bahan pengawet yang aman digunakan untuk produk pembersih rumah tangga. Acara ditutup dengan pembagian hasil produk pembersih lantai yang telah dibuat kepada seluruh peserta yang hadir.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari ibu-ibu PKK Desa Jambu. Para peserta terlihat antusias dan senang mengikuti seluruh rangkaian sosialisasi, mulai dari penjelasan materi hingga praktik langsung pembuatan produk.
Salah satu pengurus PKK Desa Jambu bahkan menyampaikan keinginannya untuk kembali mempraktikkan pembuatan pembersih lantai ini bersama-sama.
“Kalau ada waktu senggang, kami ingin membuat lagi bersama-sama,” ujar salah satu pengurus PKK Desa Jambu.
Tidak hanya itu, sejumlah peserta juga melihat kegiatan ini sebagai peluang usaha yang menjanjikan.
“Ini bisa jadi ide jualan juga,” ungkap salah satu peserta.
Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa sosialisasi ini tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga membuka peluang bagi ibu-ibu PKK Desa Jambu untuk mengembangkan produk pembersih lantai ekstrak pinus sebagai salah satu bentuk usaha rumahan yang dapat menambah penghasilan keluarga.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang berharap dapat mendorong warga Desa Jambu untuk lebih memanfaatkan potensi bahan alami di sekitar mereka menjadi produk yang bermanfaat, sekaligus membuka peluang pengembangan usaha rumahan berbasis kreativitas dan kearifan lokal.
Pewarta :
Hana Nia Ikhda
Prodi Tasawuf dan Psikoterapi
UIN Walisongo Semarang


Jelajahi Sisi Terbaik Jawa Tengah