Icip-Icip Oleh-Oleh 10 Buah Tangan Khas Semarang yang Selalu Diburu Wisatawan
Semarang selalu punya cara untuk membuat orang rindu. Bukan hanya lewat bangunan kolonial di Kota Lama, hiruk pikuk Pasar Johar, atau senja di Pantai Marina, tetapi juga lewat rasa. Kota pelabuhan yang sejak lama menjadi titik pertemuan berbagai budaya ini menjelma menjadi gudang kuliner yang kaya cerita. Maka tak heran, berburu oleh-oleh khas Semarang sudah menjadi “ritual wajib” bagi setiap wisatawan sebelum pulang.
Oleh-oleh di Semarang bukan sekadar makanan untuk dibagikan kepada keluarga atau teman. Lebih dari itu, ia adalah potongan kecil sejarah, tradisi, dan identitas kota yang dibungkus dalam rasa. Dari jajanan legendaris yang bertahan puluhan tahun hingga camilan modern yang terus berinovasi, berikut 10 buah tangan khas Semarang yang hampir selalu masuk daftar belanja wisatawan.
Daftar Oleh-Oleh Khas Semarang
-
Lumpia Semarang, Ikon yang Tak Pernah Tergantikan
Lumpia Semarang adalah simbol akulturasi budaya Jawa dan Tionghoa yang paling nyata. Isian rebung yang dimasak hingga harum, dipadukan dengan telur, ayam, atau udang, lalu dibungkus kulit tipis dan digoreng renyah. Rasanya gurih dengan aroma khas yang langsung dikenali.
Sejak puluhan tahun lalu, lumpia telah menjadi identitas kota. Kini, wisatawan bisa memilih lumpia goreng, lumpia basah, hingga lumpia frozen yang lebih tahan lama untuk perjalanan jauh. Tak berlebihan jika banyak orang berkata: pulang dari Semarang tanpa lumpia, rasanya seperti ada yang kurang.
-
Bandeng Presto, Gurih Tanpa Ribet
Bandeng presto adalah bukti bahwa teknik memasak bisa mengubah cara orang menikmati makanan. Duri-duri bandeng yang biasanya merepotkan, dibuat lunak melalui proses presto sehingga aman dimakan.
Bandeng ini dimasak dengan bumbu rempah khas Jawa Tengah, menghasilkan rasa gurih dan aroma yang menggoda. Dikemas rapi dan praktis, bandeng presto sering menjadi pilihan oleh-oleh keluarga, terutama bagi mereka yang menyukai lauk siap santap dengan cita rasa khas pesisir.
-
Wingko Babat, Legit yang Melekat di Ingatan
Wingko Babat memang berasal dari Babat, Lamongan, namun namanya justru sangat identik dengan Semarang. Kue berbahan kelapa parut, tepung ketan, dan gula ini memiliki tekstur padat dan rasa legit yang khas.
Dulu, wingko sering dijajakan di sekitar stasiun oleh penjual keliling. Kini, wingko hadir dalam kemasan modern dengan berbagai varian rasa. Meski begitu, wingko original dengan aroma kelapa tetap menjadi favorit dan selalu berhasil membangkitkan nostalgia.
-
Moaci Gemini, Kenyal Manis Favorit Sepanjang Masa
Moaci Gemini adalah salah satu jajanan manis legendaris Semarang. Terbuat dari tepung ketan dengan isian kacang manis, moaci memiliki tekstur kenyal di luar dan lembut di dalam.
Disajikan dalam potongan kecil dan taburan tepung, moaci Gemini sering dijadikan oleh-oleh karena rasanya ringan dan tidak cepat membuat enek. Cocok sebagai teman minum teh atau camilan sore bersama keluarga.
-
Tahu Baxo, Oleh-Oleh Gurih yang Kekinian
Jika ingin oleh-oleh dengan rasa gurih dan “berisi”, tahu baxo bisa jadi pilihan. Tahu yang diisi adonan bakso daging ini digoreng hingga bagian luarnya renyah, sementara bagian dalamnya tetap lembut.
Tahu baxo mencerminkan wajah kuliner Semarang yang terus berkembang. Meski tergolong modern, makanan ini cepat mendapat tempat di hati wisatawan karena praktis, enak, dan cocok dijadikan camilan maupun lauk.
-
Pia Aras, Alternatif Manis Selain Bakpia
Pia Aras menjadi salah satu oleh-oleh favorit bagi mereka yang ingin membawa pulang camilan manis. Kulit pia yang tipis dan rapuh berpadu dengan isian lembut seperti kacang hijau, cokelat, keju, hingga durian.
Rasanya tidak terlalu manis, sehingga disukai berbagai kalangan. Dikemas menarik dan mudah dibawa, pia Aras sering menjadi “buah tangan aman” untuk diberikan kepada rekan kerja atau kerabat.
-
Kue Gandjel Rel, Jejak Rasa Tempo Dulu
Kue gandjel rel adalah kue tradisional khas Semarang yang mulai jarang ditemui, namun justru itulah daya tariknya. Bentuknya menyerupai bantalan rel kereta, dengan tekstur padat dan rasa manis-rempah.
Aroma kayu manis dan taburan wijen memberikan karakter kuat pada kue ini. Dahulu, gandjel rel sering hadir dalam perayaan tertentu. Kini, ia menjadi simbol kuliner lawas yang membawa wisatawan pada rasa dan cerita masa lalu.
-
Sarang Madu, Camilan Renyah yang Tahan Lama
Sarang madu adalah camilan tradisional berbentuk anyaman dengan rasa manis legit. Teksturnya renyah dan kering, menjadikannya salah satu oleh-oleh yang awet dan cocok untuk perjalanan jauh.
Meski sederhana, sarang madu tetap digemari karena rasanya yang familiar dan mudah diterima oleh semua usia, dari anak-anak hingga orang tua.
-
Kopi Banaran, Aroma Lereng Ungaran
Bagi pencinta kopi, Semarang juga punya oleh-oleh yang tak kalah menarik. Kopi Banaran berasal dari perkebunan di lereng Gunung Ungaran, dengan cita rasa khas yang mencerminkan karakter tanah Jawa Tengah.
Tersedia dalam bentuk bubuk, biji, hingga kopi celup, Kopi Banaran sering dipilih sebagai oleh-oleh eksklusif bagi penikmat kopi. Secangkir kopi ini seakan membawa pulang aroma Semarang ke rumah.
-
Aneka Keripik Khas Semarang, Praktis dan Variatif
Keripik menjadi pilihan oleh-oleh yang praktis dan disukai banyak orang. Di Semarang, wisatawan bisa menemukan keripik lumpia, keripik tahu, keripik paru, hingga keripik ikan dengan berbagai tingkat rasa.
Dikemas modern dan tahan lama, aneka keripik ini cocok dijadikan stok camilan di rumah atau dibagikan sebagai buah tangan.
Lebih dari Sekadar Oleh-Oleh
Oleh-oleh khas Semarang sejatinya bukan hanya soal rasa, tetapi juga cerita. Di balik setiap makanan, ada sejarah panjang, tradisi keluarga, dan kegigihan para pelaku usaha yang menjaga kualitas serta resep turun-temurun.
Melalui rubrik Icip-Icip Oleh-Oleh, wisatawan diajak untuk mengenal Semarang lebih dekat—bukan hanya sebagai kota tujuan, tetapi sebagai ruang rasa yang hidup. Setiap gigitan menjadi pengingat bahwa kuliner adalah bagian penting dari identitas sebuah daerah.
Jadi, jika suatu saat kamu berkunjung ke Semarang, sempatkanlah untuk berkeliling dan mencicipi ragam oleh-oleh khasnya. Karena ketika perjalanan usai, rasa-rasa itulah yang akan membuatmu ingin kembali lagi.
Jelajahi Sisi Terbaik Jawa Tengah
Tidak ada komentar
Posting Komentar