Slider

Oleh-oleh Khas Pekalongan yang Paling Diburu Wisatawan

Rekomendasi oleh-oleh khas Pekalongan mulai dari batik pesisir yang mendunia hingga kuliner tradisional yang cocok dibawa pulang sebagai buah tangan.

Sebagai kota pesisir yang dikenal luas sebagai Kota Batik, Pekalongan memiliki kekayaan oleh-oleh yang tidak hanya menarik secara visual tetapi juga kuat secara rasa dan tradisi. Wisatawan yang datang ke kota ini hampir selalu menyempatkan waktu untuk berburu buah tangan, baik berupa produk budaya maupun kuliner khas.

Oleh Oleh Pekalongan
Gambar 1. Ilustrasi komik wisata belanja oleh-oleh khas Pekalongan

Beberapa lokasi seperti Pasar Grosir Setono, Kampung Batik Kauman, kawasan Alun-Alun Kota Pekalongan, hingga sejumlah toko oleh-oleh besar menjadi pusat pergerakan ekonomi wisata belanja di kota ini. Berikut pembahasan lengkap setiap oleh-oleh khasnya.

Batik Pekalongan

Batik Pekalongan merupakan ikon utama kota ini dan menjadi oleh-oleh paling banyak diburu wisatawan. Karakter batiknya dikenal cerah, berwarna-warni, dan kaya motif karena dipengaruhi budaya pesisir yang terbuka terhadap interaksi luar negeri sejak masa perdagangan dahulu. Motif seperti Jlamprang, Buketan, dan Tujuh Rupa menjadi ciri khas yang mudah dikenali.

Oleh Oleh Pekalongan
Gambar 2. Ilustrasi Kain batik Pekalongan motif warna cerah di toko tradisional

Wisatawan biasanya membeli batik di Pasar Grosir Setono yang terletak di Jalan Dr. Sutomo. Tempat ini dikenal sebagai pusat grosir batik terbesar di Pekalongan dengan ratusan kios yang menjual kain batik, pakaian jadi, hingga aksesoris. Selain itu, Kampung Batik Kauman yang berada tidak jauh dari Alun-Alun Kota juga menjadi destinasi favorit karena pengunjung bisa melihat langsung proses pembuatan batik tulis secara tradisional.

Dari segi harga, batik printing umumnya dijual mulai sekitar Rp50.000 hingga Rp200.000 tergantung bahan dan modelnya. Batik cap biasanya berada di kisaran Rp100.000 sampai Rp500.000. Sementara batik tulis, yang dibuat secara manual dan membutuhkan waktu produksi lebih lama, bisa dijual mulai Rp500.000 hingga lebih dari Rp1.000.000 tergantung tingkat kerumitan motif dan kualitas kain. Perbedaan harga ini dipengaruhi teknik pembuatan, jenis kain seperti katun atau sutra, serta detail pengerjaan.

Karena pilihan yang sangat beragam, wisatawan disarankan membandingkan harga di beberapa kios sebelum membeli, terutama untuk batik tulis yang nilainya cukup tinggi.

Kopi Tahlil dan Kopi Tjanting

Selain batik, kopi khas Pekalongan juga menjadi oleh-oleh populer. Dua jenis yang paling sering dicari adalah kopi tahlil dan kopi tjanting. Kopi tahlil merupakan kopi yang diracik dengan campuran rempah seperti jahe, kapulaga, cengkeh, dan kayu manis. Rasa yang dihasilkan lebih hangat dan aromatik dibanding kopi hitam biasa. Minuman ini memiliki akar tradisi karena dahulu sering disajikan dalam acara keagamaan dan pertemuan masyarakat.

Oleh Oleh Pekalongan
Gambar 3. Ilustrasi Secangkir kopi tahlil dengan rempah khas Pekalongan

Wisatawan bisa menemukan kopi kemasan ini di toko oleh-oleh sekitar Alun-Alun Pekalongan, Pasar Grosir Setono, hingga toko oleh-oleh besar seperti Pusat Oleh-Oleh 5758 dan beberapa gerai di Jalan Hayam Wuruk. Biasanya kopi tahlil bubuk dijual dengan harga sekitar Rp20.000 hingga Rp30.000 per kemasan, tergantung beratnya. Kopi tjanting atau kopi lokal lain umumnya berada di kisaran Rp25.000 hingga Rp50.000 per bungkus tergantung jenis dan kualitas bijinya.

Produk kopi ini cukup tahan lama sehingga aman dibawa sebagai buah tangan ke luar kota.

Kerupuk Gendar

Kerupuk gendar adalah camilan tradisional khas Pekalongan yang sering dibeli dalam jumlah banyak karena harganya terjangkau dan rasanya gurih. Kerupuk ini dibuat dari nasi yang dibumbui, dipadatkan, dijemur hingga benar-benar kering, lalu digoreng hingga mengembang dan renyah. Teksturnya ringan dengan rasa asin gurih yang khas.

Oleh Oleh Pekalongan
Gambar 4. Ilustrasi Kerupuk gendar renyah khas Pekalongan

Kerupuk gendar bisa ditemukan di berbagai toko oleh-oleh di Pekalongan, termasuk di kawasan Pasar Grosir Setono dan sejumlah toko di wilayah Pekalongan Utara. Beberapa pusat oleh-oleh di Jalan Angkatan 45 dan sekitar kawasan Kraton Lor juga dikenal menjual camilan tradisional ini dalam kemasan plastik besar.

Harga kerupuk gendar relatif murah, biasanya sekitar Rp10.000 per bungkus ukuran sedang. Untuk kemasan lebih besar, harganya bisa berkisar Rp20.000 hingga Rp30.000 tergantung berat dan kualitas pengemasan. Karena kering dan tidak mudah basi, kerupuk ini cocok dijadikan oleh-oleh dalam jumlah banyak.

Keripik Capret dan Keripik Tahu

Selain kerupuk gendar, keripik capret dan keripik tahu juga menjadi camilan favorit wisatawan. Keripik capret terbuat dari adonan tepung kanji yang dibumbui lalu digoreng tipis hingga renyah. Beberapa produsen menambahkan variasi rasa seperti balado, jagung bakar, atau pedas manis sehingga lebih menarik bagi pembeli muda.

Oleh Oleh Pekalongan
Gambar 5. Ilustrasi Kerupuk Keripik tahu renyah khas Pekalongan

Sementara itu, keripik tahu dibuat dari irisan tahu yang digoreng kering hingga renyah dan dibumbui gurih. Teksturnya ringan dan tidak terlalu keras sehingga mudah dikonsumsi oleh berbagai kalangan usia.

Camilan ini banyak dijual di toko oleh-oleh sekitar Jalan Hayam Wuruk, kawasan Kauman, serta toko besar seperti Dharmajaya dan beberapa pusat oleh-oleh lain di pusat kota. Harga keripik capret biasanya berkisar antara Rp10.000 hingga Rp15.000 per bungkus. Keripik tahu sedikit lebih mahal, sekitar Rp10.000 hingga Rp20.000 tergantung ukuran kemasan.

Karena ringan dan tidak memerlukan penyimpanan khusus, camilan ini menjadi pilihan praktis untuk dibagikan kepada keluarga atau rekan kerja.

Limun Oriental

Limun Oriental merupakan minuman legendaris yang telah diproduksi sejak lama di Pekalongan. Minuman bersoda ini dikenal dengan botol kacanya yang klasik dan rasa manis segar seperti frambozen atau moka. Produk ini menjadi simbol nostalgia bagi banyak orang yang pernah tinggal atau berkunjung ke Pekalongan.

Oleh Oleh Pekalongan
Gambar 6. Ilustrasi Botol limun oriental khas Pekalongan

Wisatawan biasanya menemukan limun ini di toko oleh-oleh sekitar Alun-Alun Kota Pekalongan, Pasar Grosir Setono, hingga toko oleh-oleh besar seperti Pusat 5758. Harga per botol umumnya berada di kisaran Rp13.000 hingga Rp16.000 tergantung varian rasa dan lokasi pembelian.

Karena menggunakan botol kaca, pembeli biasanya disarankan membungkusnya dengan aman jika dibawa bepergian jarak jauh. Meski begitu, limun oriental tetap menjadi oleh-oleh unik karena tidak mudah ditemukan di luar Pekalongan.

Secara keseluruhan, oleh-oleh khas Pekalongan menawarkan kombinasi kuat antara budaya dan kuliner. Dari batik bernilai tinggi hingga camilan tradisional yang ramah di kantong, semua bisa ditemukan dalam satu kota dengan pusat belanja yang relatif berdekatan. Wisatawan yang datang ke Pekalongan tidak hanya membawa pulang barang, tetapi juga membawa pulang cerita tentang identitas kota pesisir yang kreatif dan berakar kuat pada tradisi.


blogger
© all rights reserved
made with by Pustaka Media Online