Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) menjadi salah satu kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat kehidupan dan potensi usaha yang ada di tengah masyarakat. Melalui kunjungan langsung ke UMKM, mahasiswa tidak hanya dapat melihat bagaimana sebuah usaha dijalankan, tetapi juga mengetahui berbagai hal yang dapat dikembangkan maupun didampingi.
Salah satu UMKM yang menjadi tujuan kunjungan kami adalah Pabrik Tahu Sumber Makmur, milik Bapak Nur Cholis yang berada di Desa Jambu, Kecamatan Semarang. Kegiatan ini dilakukan dalam dua kali kunjungan, yaitu pada 1 Agustus 2026 dan dilanjutkan pada 4 Agustus 2026.
Kunjungan pertama menjadi kesempatan bagi kami untuk mengenal secara langsung aktivitas produksi tahu. Sementara itu, pada kunjungan kedua, kami berkesempatan bertemu langsung dengan pemilik usaha untuk menggali informasi lebih lanjut sekaligus memberikan edukasi mengenai sertifikasi halal.
Pada 1 Agustus 2026, kami melakukan kunjungan awal ke Pabrik Tahu Sumber Makmur. Saat itu, kami belum berkesempatan bertemu langsung dengan pemilik usaha dan hanya bertemu dengan salah satu pegawai yang sedang melakukan aktivitas produksi.
Kedatangan kami dimanfaatkan untuk melihat secara langsung bagaimana proses pembuatan tahu dilakukan. Rasa penasaran pun muncul ketika melihat berbagai peralatan dan tahapan produksi yang berlangsung di dalam pabrik.
Kami kemudian mengajukan beberapa pertanyaan sederhana kepada pegawai yang ditemui.
Sambil menunjuk salah satu mesin yang digunakan dalam proses produksi, salah satu dari kami bertanya, mengenai salah satu alat
“bapak yang ini alat apa yaa?”
Pegawai tersebut kemudian menjelaskan bahwa “ini alat menggiling kedelai mb, ini toh kedelainya dimasukin kesini nanti jadi alus”.
Rasa penasaran kami berlanjut ketika melihat proses perebusan kedelai yang sebelumnya telah dihaluskan. Kami kembali bertanya,
“bapak ini lagi diapain pak?”
Dari penjelasan pegawai, kami mengetahui bahwa kedelai yang telah melalui proses penggilingan kemudian masuk ke tahap perebusan sebagai bagian dari rangkaian proses pembuatan tahu.
Kunjungan pertama tersebut memberikan gambaran awal kepada kami mengenai proses produksi tahu sekaligus membuat kami semakin tertarik untuk mengetahui lebih jauh mengenai usaha yang telah berjalan cukup lama tersebut.
Karena pada kunjungan pertama kami belum bertemu langsung dengan pemilik usaha, kami kemudian melanjutkan kunjungan pada kesempatan berikutnya untuk memperoleh informasi yang lebih lengkap.
Berkesempatan Bertemu Langsung dengan Pemilik
Pada 4 Agustus 2026, kami kembali mengunjungi Pabrik Tahu Sumber Makmur. Pada kunjungan kedua inilah kami berkesempatan untuk bertemu langsung dengan Bapak Nur Cholis selaku pemilik usaha.
Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi kami untuk menggali informasi lebih mendalam mengenai sejarah usaha, proses produksi, jumlah produksi, wilayah distribusi, legalitas usaha, hingga status sertifikasi halal produk tahu yang dihasilkan.
Kami mengawali percakapan dengan menanyakan mengenai sejarah usaha Pabrik Tahu Sumber Makmur.
Sejak Kapan Usaha Ini Berdiri?
Ketika ditanya mengenai awal mula usaha tersebut, Bapak Nur Cholis menjelaskan bahwa dirinya merupakan generasi kedua yang meneruskan usaha milik ayahnya.
“Saya ini tangan kedua dari bapak. Usahanya sudah dimulai sejak tahun 1976.”
Mendengar cerita tersebut, kami mengetahui bahwa Pabrik Tahu Sumber Makmur bukanlah usaha yang baru dirintis. Usaha tersebut telah bertahan selama puluhan tahun dan kemudian diteruskan oleh generasi berikutnya.
Bagaimana Proses Pembuatan Tahunya?
Selanjutnya, kami menanyakan mengenai proses pengolahan tahu dari bahan mentah hingga menjadi produk yang siap dipasarkan.
Bapak Nur Cholis menjelaskan bahwa proses produksi dimulai dari kacang kedelai yang dicuci dan direndam. Setelah itu, kedelai digiling dan kemudian dimasak dengan campuran air asam.
“Kedelainya dicuci dulu, kemudian direndam. Setelah itu digiling, lalu dimasak dengan dicampur air asam.”
Dalam proses tersebut, hasil olahan kemudian memiliki dua tekstur dan selanjutnya dilakukan penyaringan.
“Nanti jadi dua tekstur mb, kemudian disaring. Nah yang bagian padat itu yang dicetak.”
Bagian padat hasil penyaringan kemudian dicetak menggunakan cetakan tahu dan didiamkan selama beberapa jam hingga menjadi tahu yang siap dipasarkan.
Penjelasan tersebut membuat kami dapat memahami lebih jelas proses yang sebelumnya hanya kami lihat secara sekilas pada kunjungan pertama.
Produksi dan Distribusi Produk
Kami kemudian menanyakan mengenai jumlah produksi tahu yang dilakukan setiap harinya.
Bapak Nur Cholis menjelaskan bahwa dalam sehari, Pabrik Tahu Sumber Makmur dapat mengolah sekitar 10 kilogram kacang kedelai.
Jumlah produksi tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan distribusi yang telah berjalan selama ini.
Pertanyaan berikutnya berkaitan dengan wilayah pemasaran produk tahu.
Produk Pabrik Tahu Sumber Makmur ternyata tidak hanya dipasarkan kepada masyarakat sekitar. Produk tersebut juga didistribusikan ke beberapa wilayah dan tempat.
Bapak Nur Cholis menjelaskan bahwa produk tahu didistribusikan ke Pasar Ambarawa, beberapa SPPG di wilayah Ambarawa, serta warga sekitar yang mengambil produk secara langsung ke rumah.
Hal tersebut menunjukkan bahwa usaha yang telah berjalan sejak tahun 1979 tersebut masih memiliki jaringan pemasaran yang cukup beragam.
Menanyakan Status Sertifikasi Halal
Setelah mengetahui sejarah, proses produksi, jumlah produksi, dan distribusi, kami kemudian mengajukan pertanyaan yang menjadi salah satu fokus kunjungan kami, yaitu mengenai sertifikasi halal.
Kami menanyakan kepada Bapak Nur Cholis,
“Apakah produk tahu di sini sudah memiliki sertifikasi halal?”
Bapak Nur Cholis menjelaskan bahwa produknya belum memiliki sertifikasi halal. Meskipun demikian, beliau sebenarnya telah mengetahui mengenai adanya sertifikasi halal, hanya saja belum memahami secara lebih mendalam mengenai proses dan persyaratannya.
“Kalau sertifikasi halal sudah tahu, tapi belum begitu paham proses dan syarat-syaratnya.”
Kami juga menanyakan mengenai legalitas usaha yang dimiliki. Dari hasil percakapan tersebut, diketahui bahwa Pabrik Tahu Sumber Makmur telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).
Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi kami untuk memberikan edukasi lebih lanjut mengenai sertifikasi halal.
Edukasi Mengenai Sertifikasi Halal
Setelah menggali informasi mengenai usaha, kami kemudian memberikan pemaparan mengenai sertifikasi halal kepada Bapak Nur Cholis.
Pemaparan tersebut disampaikan oleh salah satu kelompok kami. Kami menjelaskan mengenai beberapa hal yang berkaitan dengan sertifikasi halal, mulai dari syarat yang perlu dipersiapkan, manfaat sertifikasi halal bagi pelaku usaha, hingga langkah-langkah dalam proses pendaftarannya.
Penjelasan dilakukan secara bertahap dan dengan bahasa yang sederhana agar lebih mudah dipahami. Kami juga menyampaikan informasi mengenai adanya program sertifikasi halal gratis melalui SIHALAL.
Selama pemaparan berlangsung, Bapak Nur Cholis menunjukkan respons yang cukup antusias. Beliau beberapa kali menganggukkan kepala sembari memberikan respons,
“Oiya...”
Respons tersebut menjadi tanda bahwa informasi yang disampaikan mulai memberikan gambaran baru bagi beliau mengenai sertifikasi halal. Jika sebelumnya beliau hanya mengetahui keberadaan sertifikasi halal secara umum, melalui edukasi ini beliau mendapatkan penjelasan yang lebih jelas mengenai manfaat, persyaratan, serta langkah-langkah pendaftarannya.
Bersedia Dibantu Mendaftarkan Sertifikasi Halal
Setelah seluruh penjelasan mengenai sertifikasi halal disampaikan, kami kemudian mengajukan pertanyaan berikutnya kepada Bapak Nur Cholis mengenai kesediaannya apabila produk tahu miliknya dibantu untuk didaftarkan sertifikasi halal secara gratis melalui SIHALAL.
Kami menyampaikan tawaran pendampingan tersebut tanpa adanya paksaan. Keputusan sepenuhnya kami serahkan kepada Bapak Nur Cholis sebagai pemilik usaha.
Dengan antusias, beliau menyatakan bersedia untuk dibantu dalam proses pendaftaran sertifikasi halal. Beliau juga meminta informasi lebih lanjut mengenai persyaratan yang perlu dipersiapkan.
“Oiyaa mb saya bersedia, berarti saya nanti mengirimkan syaratnya atau saya ambilkan mb?”
Kesediaan tersebut menjadi respons positif dari kegiatan yang kami lakukan. Kunjungan yang awalnya hanya bertujuan untuk mengenal UMKM dan melihat proses produksi tahu akhirnya berkembang menjadi kesempatan untuk memberikan edukasi sekaligus pendampingan awal mengenai sertifikasi halal.
Sebuah Langkah Kecil untuk UMKM
Kegiatan kunjungan ke Pabrik Tahu Sumber Makmur memberikan pengalaman yang berkesan bagi kami. Pada kunjungan pertama, kami belajar dengan melihat langsung bagaimana proses produksi tahu berlangsung dan berinteraksi dengan pegawai yang sedang bekerja.
Pada kunjungan kedua, kami mendapatkan kesempatan untuk mengenal lebih dekat perjalanan usaha yang telah dimulai sejak tahun 1976 melalui cerita langsung dari pemiliknya. Kami juga mendapatkan kesempatan untuk berbagi informasi mengenai pentingnya sertifikasi halal.
Bagi kami, kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa kegiatan KKN tidak hanya tentang menjalankan program kerja, tetapi juga tentang mendengarkan, belajar, dan memberikan manfaat sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Kesediaan Bapak Nur Cholis untuk dibantu mendaftarkan sertifikasi halal secara gratis melalui SIHALAL menjadi sebuah langkah awal yang positif bagi Pabrik Tahu Sumber Makmur.
Semoga pendampingan yang dilakukan dapat terus berlanjut hingga proses pendaftaran selesai dan Pabrik Tahu Sumber Makmur dapat memperoleh sertifikasi halal bagi produknya. Dengan demikian, usaha yang telah diwariskan selama beberapa generasi tersebut dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dari sebuah kunjungan sederhana, lahir sebuah langkah kecil menuju UMKM yang lebih sadar halal.
Pewarta :
Dzakiyah Alhusna
Mahasiswi Prodi Tasawuf dan Psikoterapi
UIN Walisongo Semarang, KKN Posko 51




Jelajahi Sisi Terbaik Jawa Tengah